Thursday, November 1, 2012

Japan: Day 15

23 September 2012

Saya lupa bilang kalo masakan rumah itu emang paling enak. Saya emang ga gitu doyan makanan Jepang setelah seminggu lebih bermukim di negeri matahari terbit. Tapi, pas nyampe homestay saya baru tau makanan Jepang ga selamanya ga enak. Malah masakan resto kalah sama masakan rumahan. Makanan yg dimasak Okaasan (begitu saya panggil host mother) rasanya enak-enak semua. Orang Jepang kalo makan banyak banget. Menu andalan orang Jepang yg selalu muncul tiap makan itu miso soup. Walo bervariasi isinya, ga itu-itu mulu, tapi bahan dasar buat supnya sama. Jadi rasa kuahnya sama, tapi isinya beda-beda. Biasanya kalo gak jamur, daun bawang, tofu (tahu lembut dan gak dimasak dulu, langsung dicuci dan dicemplungin ke kuah sup yg udah selesai dimasak). Macem-macem lah. Terus karena ada 4 orang muslim yg tinggal disini, Okaasan sering masakin ikan salmon (yg harganya Rp 24.000/100 gr) karna disini gada yg jualan ayam halal dan sejenisnya. Jadi kita lebih sering makan seafood dan sayur-sayuran.

salmon, kare, miso soup. oishii!
Oya hari ini temen satu course A ulang tahun. Namanya Rebek dari India. Pas banget hari ini libur. Jadi kita buat perayaan kecil-kecilan. Paginya kita ngulitin kacang buat bikin kuah mochi. Temen-temen cowok pada ke rumah anak cewek buat bantuin. Host mother-nya anak cowok juga dateng ikutan bantu. Temen-temen dan keluarga dekat Okaasan juga ikut. Rame lah. Padahal ya baru nyampe rumah 2 hari lalu, tapi sudah heboh gini ngerayain ultah orang yang baru dikenal.

ngupas kcang
pisahin kacang sama kulit atau serabutnya
kacangnya ditumbuk
Dilah bikin roti pake keju terus dipanggang.
Dan mulai saat itu roti suka cepet habis, karna semua pada doyan

makan siang: nasi goreng sama miso soup
Habis makan siang kita diajak ke festival. Gatau namanya apa. Isinya sih tarian daerah, pokoknya khas budaya lokal lah. Tariannya orang Jepang kalo menurut saya mirip-mirip lah. Biasanya lamaaaa banget narinya. Ada kali sejam. Pakaiannya juga sama, gitu-gitu mulu, ada macam barongsainya juga. Musiknya khas banget, pokoknya mereka menabuh genderang lah. Tipikalnya sih suara genderangnya yang bikin semangat gitu. Semua berpartisipasi, mulai dari anak kecil, remaja, ampe kakek-kakek.




Credits to Syafarah

habis nari mereka dikasih amplop isi duit sama orang-orang.
terus mereka ngedoain ama bilang terima kasih.
Malemnya baru deh pesta ultah Rebek. Serunya yg ultah dipakein kimono. Aaa pengen juga! >,<








miso soup (lagi) dan mochi :9


Kiri: Dara, Kanan: Rebek
Begitulah kisah hari ini. Sudah banyak yg lupa, jadi isinya dikit haha

Friday, October 19, 2012

Weekly Report 2

Ini malah jadi kayak nulis diary, dan dikasih nilai B huhuhu. Ketauan ga niatnya :x

So, this week we went to Tenei-mura, Fukushima-ken. What a beautiful village Tenei is! Mountainous and greenery scenes are all over the place. Tenei-mura is a very peaceful village. The residents were nice and very welcome.

We stayed at ryokan, Japanese style inn. I didn’t expect much, but ryokan was very awesome. Futon, onsen, tatami, and the slippers! I felt like I was Japanese person already. They served us very well and the food was delicious, better than the restaurant’s food.

Next morning, we got our temperature checked. I felt like I was well taken care of. After having breakfast, we went to Tenei Village Office to have a session about safety management on farm products. We watched a video about the farmers struggling to live after Great East Japan Earthquake. They had difficulties in selling their farm products because of the harmful rumors about their farm products being contaminated from the radiation accident. Then, they tried to make their farm products free from contamination of radiation by using zeolite, potassium, and Prussian blue. I was very amazed with their intelligence and hard work. Finally, their efforts got paid. Their farm products are free from radiation, but still it is hard to make people believe it. They still believe in harmful rumors. However, I watched news on television that Fukushima’s farm products will be imported by Thailand. I was about to cry and I truly felt glad.

After having the session of safety management on farm products, we went out to the farm fields and met the great farmer whom we saw on the video. He told us that he filtered the irrigation water with fabric which had been bleached by Prussian blue. Furthermore, we came to another place to pick Iwase cucumbers. Iwase cucumbers were sweet and tasty. They were covered by net in order to protect from radiation, winds, and anything that can make damage. Iwase cucumber grew faster than usual with the help of pumpkin roots. Japanese people are really creative :O


After that, we came back to Tenei Village Office to have lecture about radiation from professor of Keio University. I did not really know about radiation, so I was hard to understand it clearly. Though the real problem for almost participants was language. I will not discuss it further. You already know what I mean.


On the next day, we came to farm fields to sow some seeds and we can harvest them next month. What a great experience! Then, we went to office to check whether the farm products were contaminated from radiation or not. The high technology device to check the radiation was very cool but too much for my blood. It is so expensive :O It turned out that no radiation was found on the farm products. So, the harmful rumor about contamination of radiation is not true.


Then, we inspected the farm market. They sell everything fresh and tasty! We also went to the countryside to visit Yumoto Community. We got to made kakashi and mochi! So much fun. I never thought that making kakashi was that hard -_-“ And for mochi... Oh my God! It was very delicious. I would like to eat more >,< At night, we had party with the residents. We all danced with Japanese traditional moves (but, I’m not sure). That was so exciting. We could follow the steps because it was pretty easy and basic, I guess. So, we all had fun together in Fukushima J

Japan: Day 13 & 14


21 September 2012.
Hari ini kita pergi ninggalin Fukushima sekaligus perpisahan sama anak course B, C, dan D. Soalnya kita mulai pergi ke lokasi masing-masing. Course A, kelompok saya, ke prefektur Iwate. Course B ke prefektur Miyagi. Course C ke Hiroshima, kalo yg D sekitaran Tokyo. Pas pisah berasa sedih walo baru kenal 12 hari. Perjalanan dari stasiun Shin Shirakawa, Fukushima, ke stasiun Hanamaki, terus ke Tono. Capek di perjalanan memang. Jadi nyampe rumah homestay langsung istirahat. Homestay-nya ada dua rumah, satu buat cowok, satu buat cewek. Anak course A yg cowok ada 5 orang, yg cewek 9 orang. Bayangin serumah sama 9 orang, rame banget deh pasti. Susah juga kali nyari orang yg mau nampung langsung seabrek gini. Ngomong-ngomong, Tono itu kota kecil, dan saya tinggalnya di desanya. Tapi homestay saya gak kayak rumah di desa-desa Indo. Tetep canggih men walo di desa. Kompor listrik, toilet duduk yg ada cebokan otomatis, lampu di halaman rumah pake sensor gerak dan cahaya (jadi kalo ada orang jalan di sekitar, lampunya langsung nyala, tapi kalo pas terang misal pagi hari lampunya ga nyala), kamar mandi shower + bathtub, mau air anget ada. Apalagi yaa. TVnya 40 inch *penting* hahaha pokoknya ga berasa di desa deh. Oya maaf ya kalo fotonya ga bagus, ga profesional nih ._.

ini lagi di kamar hotel, pake baju tidur yg disediain
Di stasiun shin shirakawa, Fukushima,
ada vending machine buat eskrim

ini vending machine soy joy

lagi di ruang tunggu stasiun Hanamaki, mau ke Tono naik kereta selanjutnya


ini di homestay. ini ruang tengah sih sebenernya buat nonton tv,
tapi jadi tempat makan buat kita

ini pintu depan

ruang makan

dapur
kita dapet 2 ruangan buat tidur bersembilan orang. luas men!

ini ruangan satunya

kamar mandi, ada shower ama bath tub


toilet canggih yg ada semprotan otomatis

futon alias tempat tidur
22 September 2012.
Jadwal hari ini adalah hiking bareng anak-anak kecil, penduduk kota Tono. Ternyata udah musim gugur disini dan saya langsung kedinginan karna suhu pagi disini 14 - 16 derajat Celcius. Padahal saya udah pake baju 3 lapis ditambah syal, masih aja ga kuat dinginnya. Kita mendaki Gunung Kasanokayou dengan tinggi sekitaran 800 meter lebih. Dan ternyata anak-anak kecil yg mendaki bareng kita itu pernah kita temuin pas Tono Festival minggu lalu! Ini kota Tono yg kecil atau emang penduduk yg tinggal cuma sedikit, jadi ketemunya orang itu-itu aja :/ Habis dari hiking kita belanja ke supermarket AQUTE dan saya nemu chocobi! Saya kemaren nyari di convenience store macam sevel, lawson, dan family mart, kagak nemu.



Credits to Tran Vu
Credits to Tran Vu
Credits to Tran Vu
Credits to Tran Vu
Credits to Tran Vu
ini AQUTE, supermarketnya


chocobi!! harganya 105 yen kalo ga salah. rasanya enak juga
Oke, malam paling produktif nih, ngepost 3 blog dalem semalem :)))

Japan: Day 12

20 September 2012.
Subuh-subuh habis mandi dan sholat, saya dan mbak Rynda ITB nyetel tv di kamar dan dikejutkan oleh acara tv tentang belajar bahasa arab dan kisah jaman nabi di channel Jepang! :O Walo gitu tetep, bahasa pengantarnya bahasa Jepang yg saya kagak ngerti. Pas sarapan dikasih natto dong. Pantesan kalo di komik-komik anak-anak kecil pada ga suka natto. Memang rasanya gak pas di lidah saya -_-" Tapi herannya orang-orang Jepang, terutama remaja dan dewasa, doyan banget.


sarapannya telor dan miso soup (lagi), itu yg kayak belut sebelah kanan
gatau namanya apa tapi enak. ada jus apel, yoghurt sama natto bungkusan
kecil atasnya telor.

ini jalan-jalan di dalem hotel, ada koridor buat nikmatin alam luar


nih kalo masuk toilet ganti sendal khusus

ini nama kamar saya dan 3 cewek indo lain

di lobby hotel. pas nunggu bis buat berangkat

Pagi ini kita ke ladang buat nanem semangka dan bayem. Cuma nabur bibit doang sih. Dan kita bisa panen 2 bulan setelahnya. Jadi ntar kita bakal dateng lagi kesini. Terus ke pasarnya yg jual produk pertanian. Masih fresh semua.





nih penampakan pasarnya. credits to Tran Vu

ni apelnya yg dijual di pasar 400 yen 3 biji
Habis dari pasar, kita ke Yumoto Community buat belajar bikin kakashi (orang-orangan sawah) dan kue mochi. Gak nyangka bikin kakashi susah juga apa emang ga bakat ya -_-" Bikinnya dari awal banget, motong kayu dulu dan sebagainya.... Habis selese bikin, kita bawa kakashi-nya ke sawah buat menghalau binatang. Kakashi-nya kelompok saya pasti lebih manjur, soalnya bentuknya jelek dan serem :"<

pertamanya dicontohin dulu gimana cara buatnya


ini course A, kelompok saya, lagi motong kayu.
langkah pertama bikin kakashi



liat deh itu kakashi yg digotong Dila ga berbentuk -_-

ini proses bikin mochi. nasi yg udah masak ditumbuk kayak gini.

mochi-nya enak bangeeeeet :9
Malemnya ada welcome party bareng penduduk lokal. Nari bareng dan minum bareng. Orang Jepang hobi banget minum alkohol. Saya langsung balik ke kamar, kabur, pas acara minum-minum. Serem woy liat orang mabuk depan mata -_-